Prevalensi Stunting di Kabupaten Tegal Turun, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

- Jurnalis

Selasa, 19 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.com SLAWI.   Prevalensi stunting turun 1,7 persen poin, dari 18,3% pada akhir 2023 menjadi 16,6% di pertengahan 2024 berdasarkan hasil Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).

Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan penurunan sebesar 6,5 persen poin dalam tiga tahun terakhir, dari 28% pada 2021 menjadi 21,5% pada 2023. Angka-angka ini mencerminkan konsistensi dan keberhasilan Pemkab Tegal dalam menekan kasus stunting.

Capaian ini diungkap oleh Asisten Sekda Kabupaten Tegal Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Suspriyanti yang mewakili Pj. Bupati Tegal Agustyarsyah di acara Diseminasi dan Publikasi Data Intervensi Spesifik Percepatan Penurunan Stunting di Gedung PMI Kabupaten Tegal, Senin (18/11/2024).

Baca Juga :  DPD PWRI propinsi Lampung berbagai takjil gratis menjelang buka puasa,Gapai berkah di bulan suci Ramadhan 1446 H

Acara ini diikuti sekitar 120 peserta terdiri antara lain jajaran Forkompinda, OPD, Camat, TP PKK , Kepala Puskesmas, dan Ketua Organisasi Profesi Bidang Kesehatan.

Suspriyanti menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung target nasional prevalensi stunting 14% pada akhir 2024.

“Penanganan stunting bukanlah tanggung jawab satu atau dua instansi saja, ini adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memastikan setiap elemen masyarakat terlibat aktif dalam upaya percepatan ini.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung percepatan penurunan stunting. Dengan kolaborasi, kita dapat memastikan anak-anak di Kabupaten Tegal tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Ruszaeni, menyoroti pentingnya pengukuran antropometri di posyandu sebagai langkah dasar dalam pemantauan kasus stunting.

Baca Juga :  Jelang Berbuka Puasa, Kapolres Lebak Bagikan Takjil ke Warga Masyarakat

“Data ini digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tegal,” tegasnya.

( Fe / red )

Berita Terkait

Kapten Inf Afendi Danramil 0602-16/Ciruas : TNI-Polri Siaga Penuh Kawal Arus Balik Idul Fitri
Meriahnya Lebaran di Kayuagung, Ada ‘Midang Bebuke’ Hingga Pelestarian Tradisi ‘Cang Incang’
Sertifikat PTSL Tanah Milik Warga Lingkungan Masembo di Bagikan,Biayanya Sesuai SKB 3 Menteri
Kapolres Nganjuk dan Dandim 0810/Nganjuk Gelar Sahur On The Road, Pantau Arus Mudik via CCTV
Babinsa Koramil 0602-16/Ciruas Dan Polsek Ciruas Serta Instansi Siap Amankan Arus Mudik Lebaran
Polres Kediri Kota Gelar Patroli Ngabuburit, Demi Kelancaran, Keamanan Jelang Buka Puasa
Kapolres Lebak Gelar Buka Puasa Bersama Kaum Duafa di Kp. Grojog Desa Pasir Kupa
BUKA PUASA BERSAMA BUPATI DAN WAKIL BUPATI TEGAL BERSAMA WARTAWAN
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 14:31 WIB

Kapten Inf Afendi Danramil 0602-16/Ciruas : TNI-Polri Siaga Penuh Kawal Arus Balik Idul Fitri

Rabu, 2 April 2025 - 22:39 WIB

Meriahnya Lebaran di Kayuagung, Ada ‘Midang Bebuke’ Hingga Pelestarian Tradisi ‘Cang Incang’

Minggu, 30 Maret 2025 - 06:36 WIB

Sertifikat PTSL Tanah Milik Warga Lingkungan Masembo di Bagikan,Biayanya Sesuai SKB 3 Menteri

Sabtu, 29 Maret 2025 - 17:15 WIB

Kapolres Nganjuk dan Dandim 0810/Nganjuk Gelar Sahur On The Road, Pantau Arus Mudik via CCTV

Sabtu, 29 Maret 2025 - 15:22 WIB

Babinsa Koramil 0602-16/Ciruas Dan Polsek Ciruas Serta Instansi Siap Amankan Arus Mudik Lebaran

Berita Terbaru